CINTA DAN POLITIK
Ini kisah ku tentang hubunganku dengan dia yang sebenarnya dan nampaknya bagian dari kaum politik, berbeda jauh denganku yang tidak punya latar belakang politik, awal hubungan dia seperti mewanti-wanti "keluarga Ku berpolitik, kamu tidak masalah?" Tentu saja tidak, memangnya kenapa? Bukankah itu hal yang bagus? Fikirku saat itu masih belia, pola fikir ku masih seperti, toh itu soal keluarga dan aku hanya pacar yang tidak perlu ambil pusing soal itu.
Namun seiring berjalannya waktu semakin dewasa bersamanya aku mulai mengerti kenapa dia bertanya.
Dia yang selalu jadi ketua organisasi yang di elu-elu kan kadernya berpasangan dengan aku yang tidak terlihat, tapi aku suka, suka mendampingi nya, menjadi tempat keluh kesahnya saat pusing, saat kalut dengan dunia organisasi dan politiknya aku adalah rumah untuknya, bercerita meski aku tak mengerti, atau bahkan dia lebih suka tidak membahas tentang apapun organisasi itu denganku hanya ingin tertawa bahagia bebas, karena denganku dia bebas jadi apa saja. Aku sampai terlena pada ekspektasi yang ku sebut "cinta eksekutif" kami jarang post foto berdua dengan mesra, mungkin pernah hanya dalam keadaan tertentu dan aku tak apa, kenapa? Aku nyaman menjadi bagian pribadi nya tak perduli prihal hal lain aku 100 % percaya dengannya, aku bahkan pernah berkhayal, tau kisah cinta bung Hatta dan istrinya? Menurut ku itu romantis dan aku mulai mengimani bahwa kisah cinta kami seromantis bung Hatta dengan istrinya, atau tokoh politik lain Soeharto dan Bu tin, Gus Dur dan istrinya dan masih banyak lagi. Meski kami jarang post di sosial media aku tau dia mencintai ku meski kadang sayangnya tidak terlihat aku tahu dia amat menyayangiku. Masa kuliah pun berlalu kami berdua semakin beranjak dewasa, banyak fase yang terlewati membuat aku tersadar bahwa kisah cinta kami tak seromantis itu tapi aku akui ada bagian yang indah untuk di ceritakan jika hanya aku benar-benar menikah dengannya. Tapi untuk menikah dengannya itu cukup sulit banyak yang terbentur, mulai dari Restu yang hingga kini belum aku kantongi, atau bahkan dia yang setelah tau bahwa restu itu sulit di dapat dari pihaknya tak pernah lagi dia bahas prihal hidup masa depan denganku seperti saat kami masih belia. Aku mulai sedikit minder dan berusaha untuk bisa mengimbanginya, berusaha agar status sosial itu tidak jomplang. Tapi hanya tuhan yang menentukan jadinya seperti apa. Yang pasti adalah aku menikmati setiap detik, fase dan proses bersamanya, dan masih selalu berharap bisa berdiri berdampingan dengannya sebagai sepasang partner hidup dan saling melengkapi. Meskipun tidak, setidaknya aku pernah menjadi wanita paling bangga karena menjadi saksi setiap proses nyaa. Aku akan selalu bangga padanya sampai kapanpun karena bagiku dia cinta eksekutif yang sangat aku perjuangkan dan dambakan.
Aku situkang marahin klo kamu galauin dia wkwkwk
BalasHapusI miss you
Miss you too 😘
HapusMau gimanapun akhir kisahnya, dia akan selalu menempati sisi hati kaka yang lain sih menurutku. Sedikit sulit untuk digeser, hanya “sulit” ya, bukan ngga bisa. Karena waktu bersama yang telalu lama, mungkin cuma waktu juga yang bisa membunuh perasaan. Seperti kaka yang bangga karena sudah menjadi saksi di setiap prosesnya, maka bentuk supportku aku juga bangga karena pernah mengikuti alur kisah kalian. Meskipun sedikit marah karena akhirnya “belum” sesuai yang aku harapkan:) Karena yang aku harap, kaka bahagia, entah sama siapa, ga harus dia, but you deserve to be happy. I wish, always❤️
BalasHapusAmiiin 🥰 makasih banyak ❤️
HapusDefinisi mencintai dengan ikhlas
BalasHapusAamiin, tencu teh ❤️
Hapus