deep talk
Hitungan hari kmu mulai menapaki kehidupan yang sesungguhnya, dan syukurnya tuhan masih beri aku kesempatan untuk mendampingi dan menyaksikan kamu. Kalo boleh flashback rasanya baru kemarin kita bertemu dan tersipu malu, baru kemarin juga kmu menghadiri hari kelulusan SMA ku. Sekian banyak obrolan panjang disela2 malam, tawa dan tangis diujung hari dan perdebatan-perdebatan kecil yang menghiasi, serta peluk hangat diantara pelik dunia. Padahal aku merasa baru sebentar bersma tapi tak bisa dipungkiri telah lama juga kita berjalan bersama. Kisah panjang itu membuatku sadar bahwa semakin hari perasaanku semakin kuat, sayang dan cinta sudah berakar, dan aku tak kunjung mendapatkan solusi untuk ini. Hari ini aku pun mengulang ketakutan yang sama, aku takut tak bisa beradaptasi dengan baik, kemarin saat terjatuh atau tergelincir pada lingkaran perpisahan aku masih bisa menggapai tanganmu agar bisa bersmaa, apakah kali ini aku bisa? Aku kira aku sudah cukup kuat jika nanti pil pahit perpisahan harus terpaksa ku telan tapi kenyataannya aku masih dihantui rasa takut. Sejujurnya aku ingin egois ingin tetap bersamamu, dan masih berharap tuhan mendengarkan dan mengabulkan do'aku agar bisa bahagia bersamamu.
Komentar
Posting Komentar