Untuk kamu
Untuk kamu yang kebingungan dengan sikap ku , aku tak mengatakan bahwa kau salah faham hanya saja aku enggan memberitahu tentang rasa yang muncul secara tiba-tiba didalam hatiku yang hancur. Kamu yang selama ini aku kagumi, aku hormati, kamu yang selalu menjadi penghapus genangan air mata di pipiku orang yang tak pernah ku sangka menimbulkan api cinta didalam lorong-lorong hatiku yang sunyi senyap. Aku benci saat menghadapi kenyataan bahwa rasa lebih itu ada , dan aku benci melihat kenyataan bahwa aku wanita biasa. Dan inilah aku yang tak pernah terima menjadi biasa saja dalam hidup, aku tak pernah rela bahwa tempatku yang nyaman ternyata membawaku pada fase yang lebih rumit. Kamu mungkin marah atau kecewa dengan sekat yang aku ciptakan atau mungkin biasa saja yang jelas aku menciptakan itu bukan tanpa tujuan bukan tanpa alasan aku hanya tidak rela menjadi wanita biasa di hidupmu. Kita terbiasa bersama , terbiasa dengan sudut pandang tak bersekat dalam alasan apapun sepertinya akan sangat canggung bila kamu tau jika ada rasa dalam hatiku, sejak kapan? Lucunya aku tidak tahu, lucunya itu muncul begitu saja. Baiklah akan aku utarakan , aku selalu bahagia menjadi wanita spesial aku tak rela menjadi wanita biasa yang singgah lalu dilupakan oleh mu , aku adalah wanita yang ada dimasa lalu , masa kini atau mungkin masa yang akan datang, aku adalah wanita yang tak butuh status dan pengakuan apapun karena semua orang faham aku ini siapa dalam hidupmu, aku ingin berjalan sombong ketika banyak wanita yang cemburu terluka karena kamu dekat dengan banyak orang sedangkan aku tak perlu khawatir kau hilang, kita akan selalu bersama tanpa takut saling kehilangan. Aku tak pernah sakit karena selalu menjadi spesial, aku tak perlu menanyakan waktu jika aku mau kita bisa berbincang sampai pagi. Aku senang dengan itu namun dengan bodohnya hatiku memunculkan perasaan ini membuatku merasa menjadi wanita biasa dan aku kecewa, aku tak ingin dianggap menyalah gunakan setiap kesempatan yang kita lewati, aku tak ingin merasakan takut kehilanganmu, atau menanyakan perasaanmu karena aku hanya tau kau selalu menyayangiku. Jadi saat perasaan ini muncul aku memilih mundur bukan untuk selamanya tapi hanya untuk berdamai dengan perang perasaan ini, lagi pula kita tak pernah sanggup saling benci , kita selalu terikat tanpa status yang mengikat, lagi pula aku tahu kamu akan mengerti dan selalu menyambut ku dengan tawa meski terkadang aku menyebalkan. Jadi, maafkan aku, aku harus berdamai dengan perasaan ini karena aku ingin tetap menjadi wanita spesial yang selalu kau buat tertawa, aku menyayangimu tanpa sekat.
Komentar
Posting Komentar