aku menulis ini karena tumpukan kapas kerinduan menyesakan rongga-rongga hatiku membuat oksigen sulit menyebar di tubuhku. beban rindu ini tidak berat hanya saja menyesakan sedikit membuatku sulit bernafas. saat aku terdiam dan merasa sendiri aku selalu merasa senjaku berubah atau keadaan yang berubah, atau mungkin aku yang berubah, aku merasa terlalu dingin dan aku berharap itu hanya angin yang sedang cemburu karena aku hanya sibuk memperhatikanmu , aku selalu menepis fikiran tentang perubahan aku enggan beranjak dan tetap bersikukuh bahwa senjaku tetap senja yang sama. aku tahu aku tak bisa berharap bersanding selamanya dengan senja tapi berdoa pada sang khalik bukan kesalahan kan? karena berharap pada Nya tidak akan mengecewakan .
senja,,,, aku rindu tatapan bulat berbinar-binar saat aku tersenyum padamu, aku rindu saat jemarimu menyentuh pipiku, aku rindu semua lelucon aneh yang kita tertawakan, aku rindu genggaman erat tanganmu dan semua hal yang membuat kita menjadi semakin dewasa dan semakin mencintai. mungkin rasa itu sudah terkikis dihatimu tapi aku bingung mengapa rasa itu tak terkikis dihatiku, aku lelah sangat lelah aku tak pungkiri itu tapi aku tak bisa berhenti dan tak ingin berhenti disini, aku ingin tetap beriringan melangkah denganmu meski terkadang aku harus berlari lebih cepat untuk mengimbangimu, aku harus berdiri lebih kokoh untuk memaklumimu, aku harus menggenggam lebih erat agar bisa selalu yakin tentang pilihan ini. senja jika aku egois maafkan aku karena aku hanya akn sempurna denganmu, jika ternyata tuhan tak mengijinkan aku sempurna denganmu aku akan berusaha ikhlas menjalani hidup tanpa kesempurnaan fitrahku.
Komentar
Posting Komentar